Tampilkan postingan dengan label BAHASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2010

GARAM dalam INTERPRETASI

Dalam khazanah perbumbuan, garam merupakan unsur terpenting untuk membentuk kesatuan dan kesempurnaan rasa, meski volume yang diperlukan kadangkala hanya sedikit saja, namun kehadiranya sangat menentukan.

Oleh karena kekhasan rasa garam dam peranya dalam membentuk rasa, maka kehidupan yang datar tanpa gairah dan tawar-tawar saja disebut “ bagai sayur tanpa garam”

Memperbincangkan garam, pikiran kita tidak dapat melupakan dua ungkapan yang sangat bertolak belakang dalam substansi maknanya walau keduanya mengandung kata-kata garam. Ungkapan pertama “ asam digunung garam dilaut bertemu dalam belanga”. Kedua “ saya telah cukup banyak makan garam maka jangan coba-coba”

Ungkapan pertama melambangkan perjodohan, pertemuan yang mencerminkan muatan nilai-nilai sinergi unsur-unsur berbeda, namun bila dilakukan secara proporsional serta sesuai dengan aturan dan kaidah-kaidah akan menghasilkan suatu produk baru ( Rasa ) yang mempunyai nilai tambah ( added value).

Ungkapan kedua melukiskan sikap SDM yang bernuansa arogan, mengandalkan Senioritas, reaktif dan paternalistik.

Bila kita memproyeksikan kedua ungkapan diatas kedalam tatanan strategi peningkatan kualitas SDM FAKTA, maka Garam dalam ungkapan Kedua merupakan representasi Budaya LAMA, sedangkan garam dalam ungkapan pertama mewakili nilai-nilai kultur SDM baru yang menjadi sasaran dari penerapan sistem manajemen kinerja organisasi.

Melewati perpektif ini terlihat bahwa kesuksesan progma sistem manajemen kinerja organisasi sangat ditentukan oleh beberapa jauh kita membaca fenomena garam, serta mampu menjadikan diri sendiri seperti garam dalam ungkapan pertama dan dapat bersinergi dengan elemen-elemen lain atau garam yang mesti sedikit, namun menentukan keutuhan rasa sepiring makanan. Dengan kata lain , SDM yang biarpun bergolongan kecil, tetapi mewarnai konstalasi penyelenggaraan negara. Sebab pengakuan organisasi dan lingkungan terhadap eksistensi kita terletak pada seberapa besar kontribusi yang kita berikan dengan peningkatan kinerja organisasi bukan SENIORITAS.

Minggu, 17 Januari 2010

KOMUNIKASI EFEKTIF

Dalam kehidupannya manusia selalu melakukan kegiatan komunikasi sebagai bukti kesadaran akan keberadaannya yaitu mengadakan aksi dan bereaksi yang datang kepadanya.

Seseorang yang mencoba memisahkan atau mengasingkan dirinya dari dunia ramai dan hidup menyendiri di suatu tempat terpencil, pada hakekatnya juga tidak dapat dipisahkan hidupnya dari kegiatan komunikasi, sekurang-kurangnya berkomunikasi dengan dirina sendiri, hal ini tidak dapat dihindari. Apabila kalau yang bersangkutan percaya pada suatu kekuatan ghaib yang menguasai kehidupannya dan alam semesta ini, tentu berkomunikasi dengan ghaib itu sekurang-kurangnya pernah ia lakukan.

Selagi hidup manusia selalu melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini kegiatan komunikasi paling banyak dilakukan.

Komunikasi merupakan suatu tingkah laku perbuatan atau kegiatan penyampaian yang mengandung makna dan arti, atau perbuatan penyampaian suatu gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lain.

Komunikasi yang efektif merupakan suatu kontak sosial dan komunikasi sosial, dimana kontak sosial yang terjadi dapat bersifat negatif maupun bersifat positif.karena komunikasi akan mempengaruhi sifat hubungan yang terbentuk dari suatu proses.

Komunikasi yang efektif akan menghasilkan lima unsur, diantaranya:

  1. Pemahaman

Merupakan penerimaan yang cermat terhadap isi Stimulus

2. Kesenangan

Komunikasi bukan hanya untuk menyampaikan informasi ataupun sekedar adanya pengertian melainkan juga untuk menimbulkan Rasa senang dan komunikasi bisa berlangsung lebih santai.

3.Mempengaruhi Sikap

Komunikasi persuasif merupakan proses mempengaruhi sikap dan tindakan orang lain dengan menggunakan manipulasi psikologis

4. Hubungan sosial yang semakin baik

Individu sebagai mahluk sosial pada dasarnya membutuhkan orang lain dalam berhubungan yang positif

5. Tindakan

Adanya tindakan nyata merupakan indikator efektifitas komunikasi, sekaligus sebagai hasil kumulatif dari proses komunikasi yang efektif.

Langkah persiapan untuk berbicara efektif harus jelas lebih dahulu :

  • 1. Apa isi / Subject dari pembicaraan

Pilihlah isi yang lingkupnya sempit

  • 2. Tujuannya Apa

Ada beberapa tujuan diantaranya :

- Memberi keterangan

- Menganalisa masalah

- Memberi rekomendasi

- Membujuk

- Menghibur

Pembicara gagal dalam berbicara dengan efektif bila tidak sesuai dengan tujuannya

  • 3. Pendengar, Audiens, hadirin

Mengetahui semua tentangnya,:

- Berapa Jumlahnya?

- Berapa usianya?

- Latar belakangnya?

- Apa minatnya?

- Apa yang mereka harapkan?

F A K T A (FORUM MAHASISWA KAJIAN STRATEGIS dan AKSI)Cirebon